"Untuk Seseorang Yang Tidak Dapat ku Miliki"

Rabu, 29 April 2009 | | 0 komentar |

Bukan waktu dan tempat yang salah tapi pilihan yang terlalu awal,tak pernah kusesali walau terlambat berjumpa aku bersyukur karena pernah bertemu dan jatuh hati padamu dan memberikan seluruh hatiku untukmu. Dan saat itulah hidupku terasa begitu bermakna, indah dan membahagiakan.. kau bagaikan matahari yang datang kala aku merasa gelap kau bagaikan mata air yang ditemukan kala aku merasa kehausan dan kau berikan semua tanpa menuntut kau bagaikan sepasang mata yang dapat menuntunku dalam berjalan dan memberikan warna warna indah dalam kehidupan kau membuat diriku dapat menikmati hari hari yang indah aku ingin dirimu menemaninku untuk melangkah kembali bila kau sudah terlepas dari ikatan aku akan menantimu bila kau memutuskan untuk melepaskan masa lalu aku akan menemanimu tapi bila kau tetap dengan ikatanmu .. aku mengerti dan menghargaimu cinta tak selalu harus dimiliki, tapi bahagia pernah memiliki cinta dan aku dapat merasakan karenamu...♥





"" Tentang Aku.Kau.Dan Dia ""

Sabtu, 25 April 2009 | | 0 komentar |

Aku...
Seorang peria yang ingin selalu ada untukmu. Menjadi penyejuk di hatimu, menjadi penenang , menjadi pengiring di setiap langkahmu, dan merawat di setiap sakitmu.
Memberimu cinta, kasih sayang, dan perhatian yang tulus. Menginginkanmu menjadi bagian hidupku, mendampingiku, hari ini, esok dan selama-lamanya.


Kau...
Seorang Wanita yang menjadi dambaan setiap Pria . Kini engkau hadir dalam hidupku, mengisi ruang hampa hatiku, memberi warna dalam kehidupanku.
Memberiku cinta dan kasih sayang, membuatku tertawa dan menangis, dan selalu ada dalam suka dukaku. Aku tidak ingin engkau termiliki oleh yang lain.

Dan Dia...
Dia Pria masa lalumu, yang masih menaruh asa. Aku tidak ingin dia hadir kembali dalam cinta yang sudah kita bina. Aku tidak ingin dia hadir mengusik kebahagiaan yang sudah terwujud. Jangan pernah kau buka lagi kesempatan itu padanya.Menjauhlah darinya…dan terus mendekat padaku…Masa depan kebahagiaan tinggal kita jalanin aja sekarang.Jangan biarkan keegoisan merusak segalanya, jangan rubah cintaku jadi kebencian,karena kau adalah orang yang sangat ku sayang....( M ,Erlin & R.)





Arti Dirimu

Senin, 20 April 2009 | | 0 komentar |

Tak terasa waktu itu berlalu dengan cepat,rasanya baru kemari aku bercanda dengan mu melewati hari bersama dalam suka maupun duka.
Dan di selah hari-hariku aku selalu mencari arti dari sebuah persahabatan.

Terima kasih, sobat.

Karena selama ini dirimu telah menjadi tempat teraman saat aku terus berlari dan berlari dari berbagai macam persoalan,menjadi tempat ternyaman untuk bersandar.
Aku menangis sebuah kegagalan menjadi orang yang mempunyai banyak waktu untuk mendengar semua kelu-kesahku.
Dan yang paling membahagiakan aku saat ini kalau kamu selalu ada disaat semua orang meninggalkanku.


" Apakah Kita Semua Terlahir Untuk Berpura-Purah "

Minggu, 19 April 2009 | | 0 komentar |

Haruskah kita selalu berpura pura,seolah tak pernah merasa bersalah .yang sudah terjadi di depan mata??”Tetapi semakin dipikir dan dinilai semua percuma.Apapun yang kita lakukan,kalau memang itu sudah suatu kesalahan.dan sampai kapan kita berhenti berpura-pura sampai kapan....apa kah kita di lahirkan untuk selalu berpura-pura. Satu Minggu kita lalui dengan penuh semangat dan harapan untuk selalu bersama,Tiga minggu sudah kita lalui sajak-sajak kenangan masih membekas di sini,namun Empat minggu kemudian kau begitu berubah di semua sisih.Aku hanya bisa melihat. Indahku melihatmu, namun hanya rasa memandang tak ada arah yang jelas. kau sang ego menyimpan sesuatu yang seharusnya tidak perlu di lakukan.Waktu Demi waktu,Hari Demi Hari semuanya hilang dari ingatan dan pergi entah kemana, Tak juga meninggalkan jejak. Bagiku jalan masih panjang untuk kehidupan, ucapan mengawali suatu rasa marah,kesal atas kebersamaan yg begitu cepat menghilang tanpa ada pesan yang pasti.Kebersamaan yang sudah kita lalui penuh semangat dan harapan yang pasti.

''Huuufff.....Aku kesal jika di ingat kembali kebersamaan yg selama ini saya jalan.aku bosan...bosan....bosan....dengan masa laluku.
Seharusnya aku tidak lagi membicarakn itu sebagai makna.tapi cukuplah sebagai laju kehidupan yang sudah sepantasnya di lalui makhluk yang bernama manusia.

“Apakah kita semua terlahir untuk berpura pura''
Hidup adalah sandiwara terbesar.

Bidadariku

| | 0 komentar |

Ketika impian itu datang

Ketika jiwa ini berharap
Ketika hati ini larut dalam kenangmu
Ketika sepoi-sepoi senyummu merasuk dalam Jiwaku

Engkaulah bidadariku…
Engkaulah penghibur laraku
Engkaulah hayalanku
Semua bayangmu satu dalam hatiku

Bidadariku…!
Engkau pesona hidupku
Pelebur dukaku…
Penyejuk hatiku…

Bidadariku…oh…!

Andai kubisa menggapaimu
Andai kubisa meraihmu
Namun semua itu hanyalah asaku
Yang entah kapan akan terwujud
Karena engkau hanyalah bidadari dalam mimpiku

Sebuah Cinta

| | 0 komentar |

Ku duduk sambil menatap bulan dan bintang. Kulihat senyummu di wajah rembulan . Aku si pungguk tak tahu diri. Aku yang mengejarmu penuh harap. Dua Bulan dihinggapi cemas dan takut. Dua Bulan kupupuk benih cinta dihati
Benih cinta mulai tersemai dihatimu. Kurasai hari itu makin dekat. Hari kita bersatu. tersimpul dihati.Oh Er embunku. Kau yang membuta sekaligus membuka hati. Terima kasih tak seperti kuberikan. Terima kasih Tuhan.
Aku hijapi tubuh dengan doa. Sekedar untuk melihatmu tersenyum dan tertawa. Setelah sekian lama akhirnya tunai sudah.Kata demi kata. Hari demi hari. Purnama demi purnama. Memandangmu serasa cinta yang menyirami sahara hatiku yang penuh luka. Penuh amarah dan dosa. Detik-detik penuh makna kurasai dekatmu.
Sekedar untuk melihat pelangi senja. Ternyata itu hanya fatamorgana. Membias dan akhirnya hilang. Tanpa bekas bahkan. Fatamorgana yang menuntunku pada jurang kenistaan.
Aku ingin bangkit dan kembali. Badai gurun menderu dan terus berarak serasa tanpa henti. Aku hanya pasrah dan duduk.
Berbukit-bukit ku lewati menuju cinta yang abadi.
Dia tetap anggun. Dia tetap cinta yang hanya memberi. Tak minta kembali barang setetespun. cinta yang agung.
Luka itu terus menganga. Menghabiskan setetes demi setetes darah kotorku. Tubuhku mengejang hebat. Kurasai ajalku makin dekat. Tapi darah kotor itu mulai mengering. Dalam kehausan di tengah sahara. Oase itu datang memberi. Air kehidupan yang mengaliri kerongkongan hidupku. Pelan namun pasti. Hatiku berderit pelan menangis. Tak seharusnya kutinggalkan oase itu. Dengan dendam bahkan.
Darah kotor mulai hilang dibadanku. Aku mulai belajar jalan. Setapak demi setapak. Semoga ada cinta lagi yang bisa kusinggahi. Atau mungkin aku akan bersanding disana.
Terima kasih sekali aku sampaikan untukmu. Sudah terlalu banyak bahagia aku berikan. kau selalu membalasnya dengan ketaknyamanan, derita dan sering kali tangis. Maafkan aku ya. Aku hanya berharap senyum terus bersinar. Tak kenal siang dan malam. Kau seorang wanita yang paling aku sayang (er).

Bupati Manggarai

Sabtu, 18 April 2009 | | 0 komentar |


Seperti biasa saya suka intip2 di web2 yang bernuansa NTT dan kemarin saya ketemu foto ini di Pos Kupang.


Foto di atas nampaknya biasa2 saja, tapi buat orang2 yang merasakan citarasa dan gaya sandiwara politik di NTT, maka foto tersebut menurut saya memiliki makna yang penting dan patut di abadikan jikalau perlu di abadikan selamanya dalam arsip politik.
Di Manggarai ada kebiasaan 'weku wa'i rentu sa'i' secara literal di artikan sejumlah orang yang duduk bersama dengan kaki di lipat seperti yoga. Namun dalam kehidupan keseharian pada era baru di Manggarai istilah 'weku wa'i rentu sa'i' tersebut adalah indentik dengan musyawarah. Dalam posisi kaki berlipat orang Manggarai mampu duduk berjam2 untuk menanti kata sepakat yang bijak. Sayangnya secuil tradisi tersebut di kubur oleh praktek politik masa lalu. Praktek politik masa lalu yang saya maksudkan adalah seperti terukir indah dalam lirik sebuah lagu dari seniman ternama Iwan Falls yang menyatakan bahwa penguasa jaman itu tau-nya hanya "sombong melangkah di istana yang megah" .
Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu, baik langsung maupun tidak langsung pak Bupati dan wakil bupati Manggarai, sehingga dalam foto yang saya edit dari pos kupang tsb di atas saya hanya tunjukan dengan panah tanpa menjelaskan mana pak Bupati dan mana wakil-nya.
Tidak pernah ada bupati sebelumnya yang berani (mau) 'weku wa'i bersama rakyatnya apalagi harus di potret wartawan dalam posisi duduk pada tikar (bukan kursi/tahta). Saya sering melihat adegan dan sandiwara politik di media sebelumnya tapi apa yang di lakukan oleh pak bupati dan wakil pada foto di atas, adalah terlihat murni dari kesadaran dan kedewasaan berpolitik, di mana rakyat adalah bukan sekedar obyek politik tapi rakyat adalah subyek pembangunan.

Pak Kristian dan pak Kamelus? (maaf kalau namanya salah) pada foto tsb melihat dirinya sejajar dengan rakyat, kalau ada ahli body language(bahasa badan/tingkah) dengan melihat foto tsb di atas maka kedua pemimpin ini adalah yang paling tulus dari semua bupati yang pernah ada di Manggarai.. buktinya?? mereka yang pertama kali di abadikan oleh media sambil duduk di lantai beralaskan tikar bersama rakyatnya.
Pemimpin2 seperti beliu berdua harus di dukung... betul mereka mungkin tidak sempurna(memang ada yang sempurna?)... dari semua yang di anggap baik, pilihlah bupati yang terbaik. Oleh karena itu maka sampai ada bukti lain tertulis atau bukti dalam bentuk foto yang menunjukan kelebihan individu2 lain yang ingin jadi bupati Manggarai, maka pilihan terbaik untuk masa jabatan berikutnya adalah masih pak Kristian dan pak Kamelus.
Jangan pilih bupati dengan alasan SARA(suku agama ras) karena itu adalah tolol. Gunaka panca indra jangan pakai dengkul.
hey hey hey jangan tuduh aku kompanye yah.... Saya sudah bilang saya tidak kenal siapa dan darimana pak Kristian dan Kamelus berasal dan suku apa, karena saya tidak peduli, yang saya tahu mereka adalah bupati dan wakil bupati daerah saya.
Tentunya sebagai rakyat Manggarai saya ucapkan terima kasih atas kepedulian pak bupati atas duka yang menimpa keluarga yang ada maupun yang tidak ada dalam foto. kehadiran bupati secara fisik di rumah mereka, secara psikologis akan sangat berguna untuk mengurangi kepedihan mereka.